Lagu Tak Bernama telah menyerikan lagi Malam Puisi Seribu Satu Cinta IPG Kampus Batu Lintang pada tahun lalu. Kemeriahan persembahan yang diiringi oleh pemain gitar, saudara Norhadi Anwar dan paduan suara saudari Barbara Jane dan saudara Griffen Encharang. Hayatilah keunikan persembahan mereka.
Sangkakala Penyair Duka
Menulis bait-bait kerinduan untuk ku ubati pedih kelukaan
Saturday, January 29, 2011
Tuesday, January 18, 2011
Berpaut Pada Harapan
Ku masih lagi mengharap kasihmu
biarpun kau pergi kali ini
Ku masih lagi menanti belaian
meski telah terlewat kau sedari
Chorus:
Melayar mimpi bersama
dan merangkak ke langit
andainya masih tak bisa ke sana
berpaut pada harapan
Ku merana kerana cinta
namun telah ku relakan
ku biarkan masa berlalu
moga kau menghargai hadirku
biarpun kau pergi kali ini
Ku masih lagi menanti belaian
meski telah terlewat kau sedari
Chorus:
Melayar mimpi bersama
dan merangkak ke langit
andainya masih tak bisa ke sana
berpaut pada harapan
Ku merana kerana cinta
namun telah ku relakan
ku biarkan masa berlalu
moga kau menghargai hadirku
Hanya Dendangan Hati Yang Sayu
Melukai lumrah perjalanan ini
yang tertempuh menjadi sejarah
dalam kehidupan pertemuan
sulit ungkapkan perpisahan
Membenci bukan rasa kau alami
hanya alasan melupakan daku
kerna kerinduan yang masih tersisa
memendam asmara cinta hampa
Chorus:
Kenanganku amat indah dilupa
pahitnya tetap ada
antara kita tak siapa benar salah
Berlalulah dalam mimpi indahku
singkat kenangan bersamamu
kan bersemadi di hati yang rindu
Lagu ini bukan puisi nan syahdu
hanya dendangan di hati yang sayu
suatu saat nanti moga kau mengerti
hakikat sebenar percintaan
**chorus
yang tertempuh menjadi sejarah
dalam kehidupan pertemuan
sulit ungkapkan perpisahan
Membenci bukan rasa kau alami
hanya alasan melupakan daku
kerna kerinduan yang masih tersisa
memendam asmara cinta hampa
Chorus:
Kenanganku amat indah dilupa
pahitnya tetap ada
antara kita tak siapa benar salah
Berlalulah dalam mimpi indahku
singkat kenangan bersamamu
kan bersemadi di hati yang rindu
Lagu ini bukan puisi nan syahdu
hanya dendangan di hati yang sayu
suatu saat nanti moga kau mengerti
hakikat sebenar percintaan
**chorus
Mendendami Kehidupan
Tiada nada sesayu perpisahan
tiada irama sesendu pemergianmu
Tinggallah ku di sini sendirian
menempuh hidup berseorangan
Chorus:
Kembalikan saat-saat manis bersamamu
yang ku perlu belaianmu
kembalikan mentari yang menghangatkan masa lalu
dan ku terus mendendami kehidupan ini
Tiada lagi madah pujuk jiwa
hanyalah tangisan berlinangan air mata
Terpisahlah irama lagu kita
tamatlah bahagia bermula derita
**chorus
tiada irama sesendu pemergianmu
Tinggallah ku di sini sendirian
menempuh hidup berseorangan
Chorus:
Kembalikan saat-saat manis bersamamu
yang ku perlu belaianmu
kembalikan mentari yang menghangatkan masa lalu
dan ku terus mendendami kehidupan ini
Tiada lagi madah pujuk jiwa
hanyalah tangisan berlinangan air mata
Terpisahlah irama lagu kita
tamatlah bahagia bermula derita
**chorus
Pusara Janji
Terpaku langit membisu
tak bisa ceritakan apa yang terjadi
terdengar hanya sunyi memecah sepi
Terharu jiwa kelabu
aku masih di sini bersama janjimu
rasa bersalah membayangi hariku
Chorus:
Maafkanlah diri ini
kerna memberi harapan
yang tak pernah ada
yang tak mungkin bisa
Kau pergi jua bukan kerana benci
kau tinggalkanku bukan kerna terpaksa
tiada cinta di sini
kau tamatkan dengan rela
sandiwara cinta kita
**chorus
Di hujung pusara janji
ku dongak ke langit terbayang wajahmu
air mataku berderai ke pipi
Hukumlah andaiku berdosa
usah biarku terkapar merintih
kerna tak pernah menghargai cintamu
tak bisa ceritakan apa yang terjadi
terdengar hanya sunyi memecah sepi
Terharu jiwa kelabu
aku masih di sini bersama janjimu
rasa bersalah membayangi hariku
Chorus:
Maafkanlah diri ini
kerna memberi harapan
yang tak pernah ada
yang tak mungkin bisa
Kau pergi jua bukan kerana benci
kau tinggalkanku bukan kerna terpaksa
tiada cinta di sini
kau tamatkan dengan rela
sandiwara cinta kita
**chorus
Di hujung pusara janji
ku dongak ke langit terbayang wajahmu
air mataku berderai ke pipi
Hukumlah andaiku berdosa
usah biarku terkapar merintih
kerna tak pernah menghargai cintamu
Lagu Tak Bernama
Dalam dinginnya malam ini
teringat, teringat, teringat
mesra wajahmu di langit biru
membawa ku terbang ke awan
membawa ku terbang ke awan
Dalam mimpiku malam ini
teringin, teringin, teringin
pelukan mesra dari jiwa
menyemai benih-benih cinta
menyemai benih-benih cinta
chorus :
Lelah tetapku bertahan
memendam cinta yang terdalam
lagumu akan aku nyanyikan
sayangku dengarkan
Biarlah, biarlah
masa merubah segala
mendewasakan usia biarlah..
Janganlah, janganlah
mendustai hati ini
melupai janji-janji janganlah..
Kerana kau dan aku
satu tak terpisah
dalam cinta
**ulang chorus
Laguku ini tak bernama
ku karang untukmu sayangku
pejam matamu dalam lena
dibuai seribu satu cinta
dibuai seribu satu cinta
teringat, teringat, teringat
mesra wajahmu di langit biru
membawa ku terbang ke awan
membawa ku terbang ke awan
Dalam mimpiku malam ini
teringin, teringin, teringin
pelukan mesra dari jiwa
menyemai benih-benih cinta
menyemai benih-benih cinta
chorus :
Lelah tetapku bertahan
memendam cinta yang terdalam
lagumu akan aku nyanyikan
sayangku dengarkan
Biarlah, biarlah
masa merubah segala
mendewasakan usia biarlah..
Janganlah, janganlah
mendustai hati ini
melupai janji-janji janganlah..
Kerana kau dan aku
satu tak terpisah
dalam cinta
**ulang chorus
Laguku ini tak bernama
ku karang untukmu sayangku
pejam matamu dalam lena
dibuai seribu satu cinta
dibuai seribu satu cinta
Subscribe to:
Posts (Atom)